[ Ilmu Dasar Pakan Hijauan Ramban Untuk Ternak kambing Peranakan Etawa ]

Hohoho, berjumpa kembali, sesi kali ini akan dibahas tentang sekolah ternak kambing [ Ilmu Dasar Pakan Hijauan Ramban Untuk Ternak kambing Peranakan Etawa ] simak selengkapnya .

 

Mohon maaf sebelumnya, izin share sedikit berita teknik alur (sungai) mengenai ulam hijauan untuk wedus , info ini abdi rasa cocok untuk diterapkan pemelihara pemula bagaikan saya, ilmu ini abdi dapatkan dari mas Yanto Lurisaer pemelihara kambing PE aras kompetisi dari Purworejo.

Ada berlimpah model pohon yang jadi konsumsi kambing Peranakan etawa di kawasan wilayah Kaligesing, kaum model pohon yang banyak mudah dijumpai dan dibudidayakan dipinggir jalan raya seperti, kaliandra, kleresede, singkong warsa ( jendal taun / karet )

Peran ketersediaan makanan hijuan ini banyak berpengaruh ala kesuksesan sebuah peternakan, untuk itu diperlukan kontinuitas pada penanaman, pemeliharaan, pemupukan HPT ( Hijauan Pakan Ternak ) supaya keberadaan HPT ini tidak habis dikonsumsi wedus walaupun populasi kambingnya bertambah.

Setiap detik kala berangkat cari ramban, upayakan jua untuk menanam bibit ulam atau sekedar membawa srintil wedus untuk dipupukkan ke bentala seputar tumbuhnya HPT. Kontinuitas ini ternyata banyak mengurangi beban berat pelanggengan HPT karena aktivitas ini telah memenuhi 1 siklus pelestarian HPT.

Apabila ingin menanam HPT berkualitas agung benar sebaiknya lahan tanamnya dipersiapkan terlebih berlalu dng cara dibersihkan rumput liarnya, diupayakan pencahayaan mentari sempurna, bentala di pacul, kemudian pupuk srintil ditebar bertimbal titik tancap jarak 1 meter, pastikan supply cairan mudah didapat untuk bayangan kekeringan kala masa dahulu tanam, atau lebih mudahnya kala musim penghujan spt ini, ngebut tancap HPT sebanyak-banyaknya.

Teknik pada memotong makanan juga banyak menentukan keberlangsungan pucuk HPT berikutnya, teknik potong yang adil merupakan melambaikan sabit ke cita-cita atas, bukan ke cita-cita bawah. Tujuan melambaikan sabit ke cita-cita tempat atau melambaikan ke cita-cita miring tempat agar baur tanamannya tidak terbelah, sehingga pucuk baru akan muncul lebih berlimpah di area kaki (gunung) potongan tadi.

Apabila melancarkan mutilasi ke cita-cita bawah, bahwa kemungkinan besar batang tanamannya akan terbagi apalagi andaikan sabitnya telah tumpul dan mengayunkan sabitnya kurang bertenaga. Batang yang terbagi akan mengurangi jumlah pucuk baru ini definit saja akan mengurangi jumlah HPT  yang bisa dipanen berikutnya.

Untuk memaksimalkan HPT yang dipanen maka, sambil beristirahat di pinggir kebun, silahkan kulit batang dikupas sekalian dari batangnya sehingga besar bongkoan ( jumlah HPT yang dibawa pulang ) benar akan dimakan semua akibat wedus dan nantinya tidak akan berlimpah ulam yang berceceran .

Supaya beraneka HPT mulanya tidak berefek buruk bagaikan wedus kembung bahwa diperlukan pelayuan kaum arloji setelah diberikan kepada kambing, untuk amannya lagi 1 arloji setelah makanan HPT diberikan silahkan buat pemberian makanan lain berlalu misalnya ampas tahu, tujuannya merupakan supaya perut wedus isi berlalu sehingga akan aman kala andaikan makan daun singkong.

Salah satu teknik pelayuan dan penyimpanan HPT setelah diberikan kepada wedus bisa dilihat di foto.

Untuk alam berudara agak panas, pohon bagaikan kaliandra agak berabe berbunga dibandingkan bila ditanam di alam pegunungan, untuk itu diperlukan kreatifitas para pemelihara untuk menanam berbagai model makanan ramban, jenisnya banyak banyak, tiap alam pun berbeda-beda, silahkan di kondisikan bertimbal kebijakan lokal.

Semoga ilmu alur (sungai) ini bisa bermanfaat untuk para pemelihara pemula, karena bagaikan yang abdi alami sendiri, kesalahan alur (sungai) yang dialami peternak pemula merupakan selalu berpikiran bagaimana sesegera agak-agak punya wedus pada jumlah banyak, bisa segera jual, bisa segera dapat banyak uang, namun tidak melaksanakan ilmu-ilmu alur (sungai) peternakan.

Sebagai tambahan ilmu alur (sungai) jadi pemelihara ” BENER ” dari mas Yanto Lurisae ( Juri Nasional kompetisi wedus PE ) dari Purworejo , yang krusial dipersiapkan bagi pemelihara pemula adalah:

1. Ilmu ternak

2. Persiapan makanan HPT sebanyak-banyaknya

3. Pembuatan kandang yang adil ( kandang aksi belum definit adil )

4. Terakhir belanja wedus yang benar

Kalau barisan ilmu dasarnya dibolak-balik bahwa bisnis kambingnya akan amburadul bin dana madul.. alias dijamin rugi, Namun andaikan urutannya benar bahwa ” dikau telah berada di jalan (kereta api) yang benar, tinggal melancar ” ujar mas Yanto.

( Mas Yanto Lurisae )

 ( Oscar, 10x juara kompetisi wedus PE nisbah Nasional )

Yuk.. bagi pemelihara pemula, non malu mengkoreksi diri, non malu membenahi diri, non emosi andaikan dikoreksi pemelihara senior, perbanyak silaturahmi ke pemelihara ” adil “., dannnn… non lupa andaikan pengen beli wedus yang agak mahal bini tetap di alokasi uang jajan agar ngak ngamuk-ngamuk ( tips nya mas Sukis heheh )

Semangattt…. Peternak kambing pemula merupakan calon penerus kesuksesan pemelihara senior..

***

Bagi Anda yang mau memulai piaraan wedus biri-biri namun terkendala dan belum bisa buka farm sendiri, kami buka kesempatan kerjasama pengembang biakan wedus domba

Silahkan klik artikel dibawah ini :

Beribadah dan Berinvestasi Kambing Domba di 78 Farm

oke penjelasan tentang [ Ilmu Dasar Pakan Hijauan Ramban Untuk Ternak kambing Peranakan Etawa ] semoga info ini bermanfaat terima kasih

Artikel ini diposting pada kategori , tanggal 05-09-2019, di kutip dari http://www.suksesternakkambing.com/2016/01/ilmu-dasar-pakan-ramban-untuk-ternak.html

Incoming search terms:

  • ramban yang baik buat kambing